About my Blog

think what I think

Rabu, 23 Mei 2012

TIPS Memperbaiki Kualitas dan Gaya Bicara saat Presentasi

Kesamaan Pandangan

Ciptakan shared point of view. Menciptakan koneksi sesegera mungkin dengan individu atau sekelompok orang yang menjadi audience kamu, adalah hal yang sangat penting. Kamu bisa melakukan ini secara efektif dengan membangun kesamaan pandangan. Mengapa kamu semua berada di ruang yang sama ? Apa yang menyatukan kamu semua ? Bicaralah tentang hal ini, dengan menggunakan "SAYA-ANDA-KITA" sebanyak yang bisa kamu lakukan.

Nafas dan Koneksi Awal

Jangan mulai berbicara sebelum kamu menarik nafas yang dalam dan panjang. Selama proses itu, lihatlah ke audience dan carilah sebuah wajah yang ramah, kemudian buatlah koneksi dengannya sekitar 4 detik. Berikutnya, perluaslah koneksi kamu agar bisa berkoneksi dengan seluruh audience. Tariklah nafas kedua, lalu mulailah berbicara.

Kata Pembuka

Buatlah kalimat pembuka yang powerful. 30 detik pertama dari bicara kamu, adalah saat terpenting untuk keseluruhan bicara kamu. Gunakan kutipan, misalnya " Tahukah kamu syarat utama masuk ke surga ? .....Mati !!" Gunakan kutipan lagu. Tanyakan sebuah pertanyaan yang filosofis. Sajikan fakta yang mengejutkan, dan sebagainya. Tugas awal kamu adalah menarik perhatikan audience.

Hiburan

Ceritakanlah sesuatu yang bisa membuat audience merasa ringan, segar dan nyaman. Lakukan ini dengan konteks "SAYA-ANDA-KITA".

Bahasa Audience

Bicaralah dalam bahasa yang akrab dengan audience. Bahan bicara kamu mestinya mendekati bentuk percakapan satu lawan satu dengan anggota audience. Gunakan terminologi yang mereka gunakan. Pahamilah kebiasaan mereka berbicara. Hindari kata-kata yang sulit mereka mengerti.

Kontak Mata

Kontak mata akan menolong kamu dan audience kamu. Khususnya, saat kamu menyampaikan sesuatu yang punya dampak emosional. Jangan sampai, saat menyampaikan hal penting mata kamu malah sedang melihat ke lantai atau ke luar jendela. Melihat ke arah bawah atau ke lantai, adalah kebiasaan yang umum saat kita terlibat dengan emosi dan perasaan pribadi. Waspadalah agar jangan sampai kebiasaan ini muncul saat kamu harus berbicara di depan audience.

Pengalaman Pribadi

Pengalaman pribadi dan kisah hidup kamu, bisa kamu gunakan sebagai contoh dan metafora. Telusuri sejarah hidup kamu dan temukan saat-saat di mana kamu punya konflik, identifikasi pelajaran dan peluang yang muncul dari konflik itu. Ini adalah alat yang powerful dan mudah ditransfer ke dalam benak audience. Carilah kisah sukses dalam hidup kamu, ceritakan bagaimana kamu bisa mencapainya. Mereka datang untuk menemui kamu, bukan orang lain.

Peran Hati

Kuasai pembukaan dan penutupan kamu dengan sepenuh hati. Dua titik ini adalah titik-titik terpenting untuk koneksi kamu dengan audience.

Interaktivitas

Berilah waktu bagi audience untuk bertanya

Strategi Penutupan

Rencanakan strategi penutupan kamu. Upayakan agar tidak melewati batas waktu yang dialokasikan


SUMBER